Kisah Bung Hatta

Diposting oleh Febrianto Lagimpe pada 15:34, 20-Agu-10 • Di: Sejarah

Mari kita sama - sama simak perjalanan atau kisah dari bung hatta
Bubg hatta dilahirkan pada tanggal 12 agustus 1902. Ayahnya bernama H. Mohammad Jamil, ibunya bernama Siti Saleha. Ketika dilahirkan Hatta di beri nama Mohammad 'Athar yang berarti harum. Sehari - hari dia di panggil Atta, sehingga lama kelamaan namanya berubah menjadi HAtta, lengkapnya Mohammad Hatta. Dalam keluargannya Hatta anak kedua.
Hatta hidup dalam keluarga yang berada dan terpandang. MEskipun demikian ia tidak sombong dan hidupnya sederhana. Kegemarannya membaca buku. Ia sangat disiplin dalam menggunakan waktu. Ada waktu mengaji, waktu bersekolah, dan waktu bermain. Hatta anak yang serius, kata - katanya selalu mengandung arti. Sejak kecil kepribadiannya sudah terbentuk. Setelah tamat dari ELS (Europese Lagere School) di kota padang, Hatta melanjutkan pelajarannya ke MULO paham kebangsaan. MUla bersemi pada dirinya.
Setelah tamat dari MULO, ia memasuki sekolah dagang (Prins Hendrik School) di jakarta. Berkat pergaulannya dengan tokoh - tokoh pemuda yang berkecimpung dalam pergerakan nasional, hatta berkeinginan untuk belajar dan berjuang untuk tanah air dan bangsannya.
Setelah tamat dari Prins Hendrik School pada tahun 1921, hatta melanjutkan pelajarannya ke sekolah Tinggi Perdagangan (Handels Hooge School) di belanda. Disana hatta aktif dalam perhimpunan indonesia, bahkan ia pernah menjadi ketuanya.
Pada tanggal 23 september 1927 Hatta di tangkap dengan tuduhan menghasut untuk menentang kerajaan belanda. Jaksa meminta hukuman 3 tahun untuk hatta. Pengadilan membebaskan hatta dari tuntutan hukum.
Pada bulan juli 1932 hatta lulus dari ujian doktoral dari Sekolah Tinggi Perdagangan Rotterdam. Pada pertengahan juli tahun itu juga dengan menyandang gelar sarjana hatta pulang ke indonesia. Sikap hatta tetap NONKOOPERATOR, ia tidak mau bekerja pada pemerintah kolonial belanda. Padahal kalau mau, ia dapat menduduki jabatan penting dalam pemerintahan.
Pada permulaan januari 1935 Hatta bersama sultan syahrir dan lima orang lainnya di buang ke Boven Digul (Tanah Merah) di daratan irian jaya. Pada akhir januari 1936, ia dan sultan syahrir dipindahkan ke Banda Neira, sebuah pulau kecil di selatan ambon. Pada tanggal 2 februari 1942 hatta dan syahrir di bawa ke kota seka bumi, jawa barat.
Pada tanggal 9 maret 1942 pemerintahan Hindia Belanda menyerah pada pasukan jepang. Pada suatu pertemuan di putuskan bahwa Bung karno, Bung hatta, dan sultan Syahrir akan bekerja sama dalam upaya mencapai kemerdekaan sepunuhnya.
Pada tanggal 15 agustus 1945 jepang menyerah kepada sekutu. Pada tanggal 16 agustus 1945 Bung Karno dan Bung Hatta di bawa oleh para pemuda ke rengasdengklok, di daerah kerawang. Perundingan dengan para pemuda di tempat itu menghasilkan kesediaanya Bung Karno dan BUng Hatta memproklamsikan kemerdekaan indonesia pada tanggal 17 agustus 1945. pada tanggal 17 agustus bung karno di dampingi bung hatta, memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Pada tanggal 18 agustus Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) bersidang. Dalam sidang itu disahkan undang-undang dasara negara yaitu UUD 1945. Negara Indonesia berbentuk relublik. Dalam sidang itu dipilih Presiden dan Wakil presiden RI yang pertama. Denga suara bulat Bung karno dan BUng hatta di angkat untuk menjabat presiden dan wakil presiden.
Pada tanggal 18 november 1945 bung hatta menikah dengan seorang gadis asal bandng bernama Rahmi Rahim.
Jakarta sebagai kedudukan sebagai pusat pemerintahan tidaklah aman. Pada bulan januari 1946, ibu kota RI di pindah ke yogyakarta. Aksi militer I Belanda di lancarkan ketika bung hatta sedang dalam perjalanan dari Bukittinggi ke Pematangsiantar. Belanda terus memburu Hatta, tetapi ia selamat dari Bukittinggi. Di kota ini ia memimpin pemerintahan wilayah sumatra selama enam bulan. BUng hatta kembali ke Yogyakarta setelah Persetujuan Renville.
Pada tanggal 29 november 1948 hatta berhasil membentuk kabinet baru atas pemerintahan presiden soekarno. Sebelumnya adalah kabinet sayrifudin. Front Demokrasi Rakyat di bentuk orang-orang komunis berusaha menjatuhkan kabinet hatta, tetapi tidak berhasil. Karennya mereka melakukan PEmberontakan PKI di Madium.
Pada tanggal 19 desember 1948 belanda melancarkan aksi militer II dan berhasil menduduki yogyakarta. Sewaktu itu hatta sedang berada di kaliurang. Hatta segera kembali ke yogyakarta. Lewat RRI Yogya Hatta menyampaikan pidato yang isinya anjuran agar rakyat dan angkatan perang meneruskan perlawanan dalam bentuk perang gerilya. Surat kawat dikirimkan kepada syafrudin prawira negar yang sedang berada di sumatra agar membentuk pemerintahan Darurat Republik Indonesia di sana. Bung Hatta dan Bung Karno, BUng Syahrir serta pemimpin lainnya di tawan.
Pada tanggal 7 agustus 1949 tercapailah persetujuan Rum - Royen. Pemerintahan Republik dan pemimpin pemerintahan kembali ke yogya. Sebagai perundingan lanjutan pada tanggal 27 agustus - 2 november 1949 di den haag di selenggarakan konferensi bundar. Delegasi RI dipimpin oleh Bung hatta.
Pada tanggal 27 Desember 1949 dilaksanakan upacara penyerahan kedaulatan dari pihak belanda kepada RI Serikat. Pada tanggal 17 agustus 1950 RIS di bubarkan. Bentuk negara kembali kepada bentuk negara kesatuan. Presiden dan wakil presiden kembali di pangku oleh bung karno dan bung hatta.
Bung hatta sepertinya halnya dengan bung karno adalah bapak pendiri RI. Hatta telah bertugas dalam sejarah sebagai proklamator Kemerdekaan Indonesia. Tanpa pemimpin Dwitunggal Soekarno - hatta oara pemuda yang menjadi motor proklamasi 17 agustus 1945 merasa tak berdaya. Sebelum dan sesudah merdeka sempat terjadi perbedaan pendapat di antara kedua pemimpin itu. Tetapi syukurlah berkat kebesaran jiwa mereka persatuan dan kesatuan indonesia tetap terpelihara. Meskipun dwitunggal secara resmi tak ada lagi, hubungan pribadi diantara mereka tetap terpelihara dengan baik. CIta-cita mereka pada kakekatnya sama yaitu berjuang demi masa depan indonesia yang lebih baik.
BUng hatta tidak segan-segan mengorbankan kedudukanya yang tinggi dalam pemerintahan demi keutuhan republik. Bung hatta di kenal sebagai orang yang jujur, ia tidak mau membohongi diri sendiri, apalagi orang lain. Semangat yanbg bergelora dari kepribadian bung karno yang berhasil menggerakan semangat rakyat, di imbangi dengan pertimbangan-pertimbangan yang matang oleh bung hatta. Kombinasi tersebut memberi kekuatan pada masa-masa pertama perjuangan kita. Bung hatta bagi bangsa indonesia sangat besar artinya. Bung hatta telah berjuang untuk kemerdekaan sejak usia muda. Bersama bung karno, bung hatta merupakan tokoh pemimpin yang patut dicontoh. Bung karno dan bung hatta mengilhami kita dengan ide-ide kebangsaan, dengan karakteristik penyampaian yang berbeda, tetapi masing-masing saling melengkapi. Baik kepemimpinan bung karno dan hatta mempunyai andil besar dalam periode pertama dasar perkembangan RI. Periode pertama adalah suatu masa sejak proklamasi 17 agustus 1945 sampai 17 agustus 1950, saat berdirinya republik kesatuan menggantikan RIS. Selama periode itu kepemimpinan bung karno dan bung hatta memilih kebijaksanaan "jalan tengah"

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

1 tanggapan untuk "Kisah Bung Hatta"

yolana pradiva dp pada 02:56, 05-Okt-13

terima kasih atas semua cerita singkat ini karena saya mudah untuk mencari tugas

Langganan komentar: [RSS] [Atom]

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Email:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)

Kode Keamanan:
Aktifkan Gambar